“Check out your mail please, there is a shocking news...”.
Tepatnya suatu petang di 12 Januari yang lalu, itulah isi sebuah SMS yang masuk ke hp saya. Saya langsung mengecek email, dan ketika membuka email tersebut, memang lumayan kaget ketika membaca judulnya, “STAN Undercover, dengan embel-embel misteri yang yang belum terkuak di STAN plus perploncoan ala STPDN.....” woow, memang shocking news nih kayaknya, masih sambil menunggu hasil pengunduhan filenya, dan setelah selesai segera saja tak buka filenya, eh ternyata hanya 2 buah gambar snapshot dari video yang dimaksud, bukan videonya...
Tidak lama setelah itu, sms masuk lagi ke HP, isinya “sorry bozz, ternyata videonya Cuma becanda aja koq... “ Karena pasti lama kalo mau ngunduh lagi video tadi, meski belum melihat langsung videonya, akhirnya saya putuskan gak jadi mencari videonya, toh cuma becandaan aja kan. Lagian saya yakin banget kalau perploncoan ala STPDN itu tidak terjadi di STAN, semenjak 2002 ketika masih menjadi cama (red: sebutan dari Panitia Dinamika untuk mahasiswa baru) sampai 2008 ketika saya kembali melajutkan jenjang D4 itu tak pernah terjadi, kalau pun ada hukuman fisik hanya sebatas push-up, itu pun hanya 5 kali, karena memang tujuannya adalah untuk penyadaran bukan menghukum apalagi ajang balas dendam seperti yang dulu terjadi di STPDN.
Sekitar beberapa hari yang lalu, kabar mengenai beredarnya video STAN Undercover beredar di internet makin banyak saja dan rupanya sudah diketahui oleh pihak lembaga. Soalnya, Pak Kuwat melalui YM, menanyakan kepada saya, “Mas, sampeyan sudah dengar tentang berita beredarnya video STAN Undercover? Itu bagaimana kebenarannya mas?” Langsung saja saya replay, “Sudah Pak, meski belum liat secara langsung tapi saya yakin itu hanya main-main dan sekedar iseng saja. Soalnya semenjak saya masih menjadi mahasiswa baru sampai saya balik kampus sekarang, saya tidak pernah menemukan kejadian seperti itu, apalagi kalau yang dimaksud terjadi dalam di dalam Dinamika, selama tiga tahun di DIII saya tidak pernah absen sebagai Panitia Dinamika, dan saya tidak pernah menemukan hal tersebut, dan ketika di BEM pun saya tetap mewanti-wanti ke panitia jangan sampe ada hukuman fisik yang berlebihan, kalaupun ada hanya sebatas penyadaran saja.”
Tapi PKS (red: Pak Kuwat Slamet) kembali bertanya, “kalau masalah keotentikan video ini bagaimana mas?”, langsung saya jawab, “Oke Pak, mengenai hal itu, segera saya cari informasi lebih lanjut bersama teman-teman, Pak”.
Akhirnya, ahad kemarin, tanggal 18 Januari kemarin tepatnya, saya berhasil menemukan video yang dimaksud dan setelah menonton video berdurasi 14 menit itu, dari awal pun sudah tau kalau ini sengaja dibuat untuk tujuan hiburan ataupun sekedar kenang-kenangan perpisahan kelas karena saya kenal dan tahu betul beberapa orang yang ada di dalam video tersebut. Namun, memang ada bagian di mana ada adegan seorang maba yang membayangkan pelaksanaan Dinamika yang akan dihadapinya nanti di kampus. Dan di dalamnya memang ada adegan perploncoan ala STPDN, tamparan, tonjokan, dan tendangan ala Bruce Lee juga tak ketinggalan ditampilkan dalam video tersebut.
Dan sangat disayangkannya lagi, video tersebut sudah menyebar luas di dunia maya, bahkan sudah beredar sesama alumni STAN yang berada seantero negeri ini atau bahkan sudah sampe keluar negeri sana. Kalau yang menonton video itu adalah alumni STAN sendiri, saya tidak khawatir akan hal itu, toh mereka pasti tahu kalu ini tidak pernah terjadi di kampus. Akan tetapi, bayangkan jika yang menonton video tersebut adalah orang yang sama sekali tidak mengenal STAN dan sedang mencari tahu bagaimana sih sebenarnya kehidupan mahasiswa STAN itu? Dan dia menemukan “STAN undercover”, saya rasa tidak berlebihan kalau akan berpikir dua kali untuk masuk ke STAN...
Ditambah lagi dengan adegan-adegan yang sebenarnya sangat tidak mencerminkan perkuliahan di kampus STAN, salah satunya adalah ada suatu kelas yang kosong, di dalamnya ada yang main gitar, ada yang main bola basket, ada yang dandan dan pake make-up, dan tak ketinggalan ada yang ketiduran (kalau ini memang tak bisa disangkal memang ada, apalagi kalau sedang nungguin kedatangan sang dosen.... Ditambah lagi ketika ujian, pengawasnya adalah cleaning service dan tukang parkir, yang itupun dicomot ketika ujian sudah dimulai dan mereka sedang menjalankan tugasnya.....Ngebayangin ada gak kelas yang kayak gitu...?
Malamnya, saya langsung menemui salah seorang yang saya kenal (bahkan tiap pekan kita ketemu) yang ada dalam video tersebut dan ketika videonya saya tunjukan kepada yang bersangkutan, sontak saja dia langsung berkata kalau video ini (yang sekarang disebut STAN Undercover, padahal dulu berjudul Reuni-Que) dibuat ketika mereka berada tingkat II dan dia sebagai ketua kelas nya dalam lomba pembuatan video oleh Himpunan Mahasiswa Penilai, yang kemudian memang menjadi pemenang dan Juara I dalam lomba tersebut. Karena lomba tesebut memang diikuti per kelas oleh semua kelas di spesialisasi PBB/Penilai. Jadi....
Jadi, buat semua pihak yang sampai saat ini masih bertanya-tanya mengenai video tersebut, semoga bisa meyakinkan kalau hal-hal seperti itu tidak pernah terjadi di kampus kita, “Kampus Punggawa Keuangan” ini.
Semoga ini bisa menepis semua anggapan dan kekhawatiran yang timbul dari beredarnya video “STAN Undercover” tersebut.
NB :
• Bagi yang merasa meng-upload video ini ke internet, mohon dengan legowo agar
segera menghapusnya. Saya yakin, anda, dan kita semua tidak ingin image dan imaji
orang awam tentang kehidupan mahaiswa STAN seperti itu...
• Bagi yang ragu akan hal tersebut bisa langsung menghubungi saya di
henderi_gh@yahoo.com atau henderi.gh@gmail.com
• Bagi teman-teman blogger semua, mohon bisa disampaikan kepada teman-teman lain
yang sudah mengetahui mengenai video ini, dan mohon dijelaskan juga kalau itu
hanya video yang dibuat untuk perlombaan saja, yang namanya loma pasti dibuat
hal-hal yang lucu dan menarik.
• Dan jujur, memang pada dasarnya video tersebut sebenarnya cukup menghibur bagi
anak STAN, karena mereka tahu kalu itu tidak ada dan hanya ada dalam video itu
saja. Lain halnya kalau ditonton oleh yang “tidak berhak”, yakni selain anggota
civitas akademika STAN.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Helo... Pak Henderi... Aku kaget banget ketika ada berita STAN Undercover... Aku yakin, klo adegan yg kayak gitu gx mungkin terjadi di STAN....
BalasHapusthats just a funny video......
BalasHapusga da kekerasan fisik di STAN.....
Nah, itu dia yang saya pengen tegaskan dalam postingan saya sebelumnya mas. Dalam blog saya memang tercantum tentang stan undercover. tapi yang saya tegaskan disana adalah TIDAK ADA KEKERASAN di STAN!!! saya cuma kecewa sama editor dan si peng-upload. Dalam hal ini, di video tersebut kesan menghayalkan adegan kekerasan terkesan rancu alias gak jelas antar dia membayangkan kejadian kekerasan itu ataukah kekerasan itu sedang dia alami. Saya juga alumni STAN lulusan 07. Pada blog saya, pengupload sudah meminta maaf atas hal ini. Dan saya sangat menghargai tindakannya. Dan sangat berterima kasih lagi terlebih2 karena dia sudah menghapusnya dari site IDWS.
BalasHapusHarapnya kedepannya ga ada lagi tindakan2 yang ngasal seperti ini, terutama di lakukan oleh orang sendiri (bukan maksud menyindir) dengan membawa nama ALMAMATER.
Thanks
mas... yg ngedit2 dan ngeupload videonya udah ngirim email pernyataan minta maaf ke saya.. ya smoga ini jadi pelajaran buat anak STAN sndiri... baik yg da lulus maupun yg msh kul... yg pastiii...
BalasHapusGAK ADA KEKERASAN DI STAN!!! Titik!!!
No Offense anymore, hehe.. peace...
STAN itu Kampus Umum yang di biayai negara
BalasHapus