Bismillahirrohmannirohim…
Alhamdulillah, setelah melewati perjuangan yang begitu berat, panjang dan berliku, akhir keluar juga edisi perdana di blog ini. Terima kasih buat si Ntom dengan “Me, Myself and Tomi” dengan “cacian dan hinaannya” (red: menyemangati dink tepatnya) yang sengaja membuat link blok ku dengan blog nya Ntom padahal udah tau belum ada ada isinyaJ,
Sebenernya sempet mau hire Si Pembawa Cerita sih buat update dan ngurus nih blog, tapi mengingat ini Si Pembawa Cerita juga sibuk, jadi dia gak mau, “sibuk Hen…mau ngurus pergantian status nih”, celetuknya. Status apa nih? Aktivis blog satu ini ntar lagi mau “farewell party” ngelepas status bujang nya nih, kita doakan dapat membetuk keluarga “samara” ya, sakinah, mawaddah, dan warohmah ya mas… amiiin…
Sebelumnya mau ngucapin “Met Shoum Ramadhan ya buat semua (yang liat nih blog: ada gak ya?
Sebagai hidangan pembuka buat para pengunjung sekalian, ada sedikit oleh-oleh cerita nih, tak kasih nama “Indahnya Ukhuwah” yang kayaknya gak bakalan lupa nih.
Ceritanya begini, 15 Agustus 2008 kemaren, tepatnya di Masjid Al Azhar Kebayoran Baru (daerah disekitar BLOK M bagi yang belum tau), kebetulan memang “meeting point” nya di
Pokoknya pikran udah gak tenang aja, mau ketemu orang tapi lost kontak sama sekali, masa mau muterin Komplek Al Azhar, yang bener aja, mana udah rame banget mau jum’atan soalnya.
Akhirnya, ingat kalo ada seorang teman di
Segera kulangkahkan kaki ke
Saya lagi “kering” nih…kasih nasihat donk Pak? ceplos ku. Menatap ke arahku dan akhirnya bicara. Mungkin lagi kurang amal aja kali, atau kurang sedekahnya nih. Terus bercerita menyemangati dengan
Sobat, semoga persahabatan yang kita bina sekarang ini tidak hanya persahabatan yang berupa “fatamorgana” saja, tapi jadikan lah ini persahatan yang kekal, saling mengisi, saling menasihati, saling memperbaiki, meskipun terkadang ada ras enggan, dan tidak enak hati ketika mau menegur sahabat kita yang sedang tergelincir. Bukankah kita ingat kisah Kholifah Umar bin Khottob ketika mengingatkan Amr bin Ash ketika menjabat sebagai Gubernur Yaman….jadi kalau ada teman, sahabat, dan saudara kita yang sedang pesimis, buatlah ia kembali optimis, ketika berada tidak pada jalurnya, segera ingatkan..karena itulah sebenarnya persahabatanyang sejati itu.
Yang terpenting, jadilah sahabat bagi saudaramu ketika ia melihatmu maka dapat membangkitkan semangatnya untuk trus berjuang mengarungi kehidupan ini dengan penuh rasa semangat, syukur dan ta’abud kepada Sang Kholik.
POndok Muslim, 3 September 2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar